Pembentukan Kerak Samudera

Berbagai penelitian yang berkaitan dengan gempabumi telah dilakukan, demikian halnya dengan penelitian fenomena aktifitas lantai samudera termasuk crust deformation. Proyek FAMOUS telah melakukan penelitian kelautan di berbagai wilayah. Proyek tersebut telah mengungkap banyak misteri pematang tengah samudera, mulai dari morfologi, proses dan mekanisme pertumbuhannya, sampai ke komposisi magma didalamnya. Bila dilihat lebih jauh, proses pertumbuhan kerak samudera ini sangat berkaitan erat dengan frekuensi gempa yang terjadi diseberang ujungnya (subduction zone). Pembentukkan kerak samudera baru pada pematang tengah samudera sangat dipengaruhi oleh ukuran dapur magmanya. Dapur magm besar akan menghasilkan kerak dengan jumlah yang besar, sehingga kecepatan pergerakkan lempengnya tinggi dan sebaliknya. Karena kondisi pembentukkannnya yang berada didalam air, maka lantai samudera didominasi oleh lava bantal. Pada umumnya, infinite leek akan menghasilkan kerak samudera yang tipis. Secara vertikal kerak samudera tersusun oleh (dari atas ke bawah) sedimen, lava bantal atau lava flow, dyke, gabro, gabro berlapis, peridotit berlapis dan mantel bagian atas. Materi tambahan yang dibawa oleh kerak samudera disepanjang perjalanannya menuju ke zona subduksi akan berpengaruh dalam pembentukan sudut penunjamannya. Hal ini juga akan mempengaruhi konfigurasi deformasi keraknya dan akan mempengaruhi frekuensi maupun besar gempa yang akan ditimbulkannya. Komposisi kimia dari basalt pematang tengah samudera tergantung pada macam asal magmanya dan proses-proses yang berlangsung selama perjalanannya menuju ke permukaan lantai samudera. Basalt tholeit pada pematang tengah samudera akan berbeda dengan basalt yang terbentuk pada tatanan tektonik lainnya. Hal tersebut dapat diidentifikasi melalui beberapa cara, antara lain dengan mengamati nilai rasio K/Rb, K/Ba, Sr/Rb, dan lainnya

sumber Jurnal Alami 2007