Makalah Agama

MAKALAH  AGAMA TERSTRUKTUR

YERUSALEM BARU DITINJAU DARI ILMU ALKITAB,

IMAN KRISTEN, DAN ETIKA KRISTEN

 

 

Disusun oleh :

Andreas Billy Graham Harianja ( H1F010039 )

 

 

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK

JURUSAN TEKNIK

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI

PURBALINGGA

2010

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus, yang telah menguatkan dan memberikan dorongan secara spiritual melalui Roh Kudus, yang telah membimbing penyusun untuk mengambil keputusan dalam pengambilan judul dan topik makalah ini, karena penyusun sempat akan mengganti judul makalah ini, namun pada akhirnya penyusun dengan bantuan Roh Kudus dapat tetap memilih dan mendapatkan sumber yang tepat dalam penyusunan makalah ini. Dan rasa terimakasih kepada Papa dan Mama penyusun yang telah memberikan bantuan secara perhatian dan materi yang telah diberikan kepada penyusun yang sangat membantu penyusun. Dan juga kepada Bapak. Daniel Agus Haryanto yang adalah dosen dari mata kuliah Pendidikan Agama Kristen yang telah banyak membantu dalam bidang penambahan spiritual penyusun dan komunikasi yang baik kepada penyusun.

BAB I

PENDAHULUAN

A.        Alasan Pemilihan Judul

Penyusun membuat judul makalah yang seperti ini adalah karena judul ini adalah adanya pandangan yang berbeda apakah Yerusalem Baru itu nama tempat yang memiliki letak geografis ataukah sebagai simbolik dari kiasan rohani saja. Sehingga karena ilmu yang mempelajari bumi, beserta isinya adalah kajian ilmu Geologi maka disusunlah pandangan mengenai tempat tersebut sesuai ilmu Geologi.

B.        Dasar Pemilihan Judul

–        Adanya kekeliruan masyarakat dalam pengertian Yerusalem Baru.

–        Adanya ayat di alkitab yang berupa Wahyu 21 dan Yehezkiel 28:31 sebagai dasar untuk dipahami sebagai tempat Yerusalem yang baru tersebut.

–        Adanya paham di ilmu Geologi tentang waktu dimasa kini adalah peristiwa dimasa depan. Atau biasa disebut The Present Is The Key To The Past (paham uniformitarianisme)

C.        Tujuan Pemilihan Judul

Agar adanya pemahaman yang jelas mengenai Yerusalem Baru antara pemahaman Alkitabiah, etika Kristen dan ilmu Geologi.

BAB II

YERUSALEM BARU DITINJAU DARI ILMU GEOLOGI

A.        Definisi Yerusalem Baru

Adalah suatu  Kota yang akan berada di pusat dari bumi yang baru, ini merupakan sebuah kota yang dikelilingi oleh tembok yang terukur secara cermat. Kota ini ada diatas bukit Sion. dengan titik pusatnya berada di Gunung Moriah, tempat di mana Bait Suci Salomo pernah didirikan, lebih tepatnya lagi yaitu: pada sebuah batu karang besar tempat Abraham mempersembahkan Ishak atas perintah Tuhan.

B.        Definisi Yerusalem Baru Menurut ilmu Geologi

Kota ini memiliki penduduk sebesar 724.000 jiwa dan luas 123 km2. Sepanjang sejarahnya, Yerusalem telah dihancurkan dua kali, dikepung 23 kali, diserang 52 kali, dan dikuasai/dikuasai ulang 44 kali. Lokasi koordinat Yerusalem: 31°47′N 35°13′E / 31.783°LU 35.217°BT

-City 125.156 (125,2 km2 / 48,3 sq mi)
-Metro 652 km2 (251,7 sq mi)
Ketinggian 630 m (2.067 ft)
Populasi (2009)
 – City 763.600
Kepadatan 6.183/km² (16.013,9/mil²)
Metro 1.029.300

C.        Yerusalem Menurut Tokoh dan Ahli Sejarah.

Jimmy Wales : Akar kata Semitik untuk nama “Yerusalem” kadang dianggap

“s-l-m” yang berarti damai, kerukunan atau kesempurnaan. Sebuah kota yang disebut Rušalimum atau Urušalimum muncul dalam catatan Mesir Kuno sebagai sebuah rujukan pertama bagi Yerusalem. Bentuk Mesir tersebut diperkirakan diturunkan dari nama lokal yang tertera dalam surat-surat Amarna, e.g: dalam EA 287 (dimana terdapat beberapa bentuk)Urusalim. Bentuk Yerushalayim(Yerusalem) pertama muncul dalam kitab Yosua. Bentuk ini merupakan sebuah porthmentau dari yerusha (pusaka) dan nama asli Shalem yang bukan merupakan evolusi fonetik sederhana dari bentuk ini dalam surat Amarna. Sebagian kalangan meyakini adanya hubungan kata ini dengan kata Shalim, dewa pemurah dari mitologi Ugarit yang merupakan personifikasi waktu petang. Umumnya akhiran -im menunjukkan bentuk jamak dalam tata bahasa Ibrani dan -ayimbentuk ganda sehingga membawa pada anggapan bahwa nama tersebut mengacu pada fakta kota tersebut terletak pada dua bukit.  Meski demikian, lafal suku kata terakhir -ayim hanya muncul dalam perkembangan akhir, dan tidak ada pada masa Septuaginta. Dalam bahasa Yunani dan Latin kata ini ditulis Hierosolyma. Bagi orang Arab, Yerusalem adalah al-Quds (“Kudus”). “Zion” awalnya dianggap merupakan bagian kota, namun kemudian menjadi tanda kota secara keseluruhan. Dalam kekuasaan Raja Daud, kota ini dikenal sebagai Ir Daud (Kota Daud). Staus

Beberapa ahli geologi, yaitu Kathleen Kanyon meyakini Yerusalem sebagai sebuah kota yang didirikan oleh masyarakat Semitik Barat dengan pemukiman yang terorganisir sekitar tahun 2600 SM dan akan berlanjut dengan Yerusalem yang baru, yang sesuai dengan kemegahan yang akan terjadi disuatu saat kelak

BAB III

YERUSALEM DITINJAU DARI ALKITAB DAN FIRMAN TUHAN

A.        Yerusalem Menurut Perjanjian Lama

Raja Daud berkuasa hingga 970 SM. Dia dilanjutkan putranya Salomo, yang membangun Bait Suci di  Gunung Moria (kemudian dikenal sebagai Bait Pertama), memainkan peran penting dalam sejarah bangsa Yahudi sebagai tempat singgahnya tabut perjanjian . Selama lebih dari 450 tahun, hingga pembuangan Babel di tahun 587 SM, Yerusalem merupakan ibukota politik  Kerajaan Israel  bersatu dan kemudian  Kerajaan Yehuda  dan Baitnya menjadi pusat keagamaan bangsa Israel.  Periode ini dikenal dalam sejarah sebagai  Periode Bait Pertama. Setelah Salomo wafat (sekitar 930 SM), sepuluh suku memisahkan diri membentuk Kerajaan Israel.. Di bawah pemirintahan Daud dan Salomo, Yerusalem menjadi ibukota Kerajaan Yehuda.

Yeh.48:30-35. 12 pintu gerbang yang diatasnya tertulis nama ke 12 suku Israel dan dijaga oleh 12 malaikat, dijelaskan sbb: Di Utara ada 3 pintu yang luasnya 4500 hasta = 2025 m, yaitu pintu Ruben, Yehuda, Lewi. Di Timur adalah pintu gerbang Yusuf, Benyamin, Dan. Luasnya juga 4500 hasta. Di Selatan dengan luas yang sama ada pintu gerbang Simeon, Isakhar, Zebulon. Di Barat dengan ukuran yang sama ada pintu Gad, Asyer dan Naftali.

Yehezkiel 28:13  Engkau di taman Eden, yaitu taman Allah penuh segala batu permata yang berharga: yaspis merah, krisolit dan yaspis hijau, permata pirus, krisopras dan nefrit, lazurit, batu darah dan malakit. Tempat tatahannya diperbuat dari emas dan disediakan pada hari penciptaanmu. Permata ini juga ada pada jajaran dari susunan permata sebagai tutup dada pakaian kudus imam besar Kel.28:17-20.

Keterangan/Gambaran batuan :

Batu topas ini sama dengan batu krisolit, di jaman dahulu, yaitu permata yang lunak dan jernih atau tembus cahaya, biasanya berwarna hijau muda. Sebuah topas yang sejati biasanya jernih dengan warna kekuning-kuningan, tetapi mungkin juga berwarna coklat, biru, hijau, atau bahkan tanpa warna. Batu ini adalah batu kedua dari jajar pertama pada tutup dada imam besar (Kel. 39:10; 28:17). “Permata krisolit dari Etiopia” (Ay. 28:19) terkenal karena keindahan dan nilainya.

batu krisolit

Batu krisopras : sejenis batu akik dengan dua atau lebih warna dalam garis-garis atau lapisan-lapisan sejajar. Kata Ibrani untuk batu ini adalah syohain.Orang zaman dahulu kala menemukan batu krisopras di tanah Hawila (Kej. 2:12). Sekarang ini krisopras dianggap batu setengah berharga. Namun, pada zaman Alkitab batu ini jelas sangat bernilai, karena disebut di antara batu-batu berharga dan logam (Ay. 28:16Yeh. 28:13). Krisopras menghias tutup dada imam besar dan kedua tutup bahu baju efodnya (Kel. 28:9; 12, 20).

gambar : batu krisopras

Batu yaspis : sejenis kuarsa buram yang tidak murni. Batu ini disebut baik dalam Perjanjian Lama. Batu yaspis bisa berwarna merah, kuning, dan beberapa warna lain yang pucat. Bila batu itu mempunyai garis-garis berwarna, maka yaspis disebut kuarsa bergaris. Sebagaimana halnya dengan sejumlah batu berharga lain yang disebut di Alkitab, para ahli tidak sependapat apakah yang dimaksudkan di Alkitab adalah batu yaspis yang modern. Namun mereka setuju bahwa namanya dalam bahasa Ibrani dan Yunani (yasypeh dan iaspis) mempunyai asal yang Sama seperti kata yaspis. Yaspis adalah batu ketiga pada jajar ke-4 dari tutup dada Harun (Kel. 28:20. Di TL disebut “yasyib”, sedangkan di TB disebut “nefrit”.) Kitab Wahyu menyebut batu yaspis beberapa kali; Dari beberapa komentar alkitab ada yang mencatat Yaspis berwarna hijau, hal ini disebabkan karena permata Yaspis adalah permata kristal tembus pandang yang memilki beberapa warna (Yeh. .28:13).

gambar : batu yaspis

Nilai utama batu kristal (batu darah) :  ini adalah warnanya yang hijau tua. Batu zamrud disebut sebagai batu pertama pada jajar kedua di tutup dada imam besar (Kel. 28:18; 39:11, TL). Akan tetapi, banyak ahli Alkitab merasa bahwa batu ini seharusnya diterjemahkan sebagai “carbuncle” (sejenis batu delima). Bagaimanapun juga, orang-orang zaman purba mendapat batu zamrud dari Siprus, Mesir, dan pegunungan Etiopia.

gambar : batu darah

Batu Malakit : Versi King James menggunakan kata ini sebagai terjemahan dari dua kata Ibrani: ekdakh, yang arti harfiahnya adalah “cahaya yang menyala-nyala,” dan barkath,yang berarti “menyala” atau “berkilauan.” Keluaran 28:17 dan 39:10 menggunakan kata malakit untuk menyebutkan permata pada jajar pertama dari tutup dada imam besar, namun kata ini dapat mengacu kepada permata apa saja yang berkilauan. Kata yang pertama, ekdakh, menunjukkan warna merah tua yang terdapat dalam batu karbunkel yang tulen. Kata ini terdapat di Yesaya 54:12, di mana sang nabi menggambarkan pintu-pintu gerbang Yerusalem Baru sebagai “pintu-pintu gerbang dari batu manikam merah”.

gambar : batu malakit merah dan hijau

B.        Yerusalem Menurut Perjanjian Baru

Lebih diutamakan dimana suatu keadaan gambaran Yerusalem kelak, dimana sering disebut sebagai Yerusalem Baru secara rohaniah yang sering dilihat oleh rasul Yohanes.

Kota yang akan berada di pusat dari bumi yang baru ini merupakan sebuah kota yang dikelilingi oleh tembok yang terukur secara cermat. Kota ini ada diatas bukit Sion. Ibr.12:22-23. Tuhan sendiri yang merencanakan dan membangunnya. Sebuah kota hasil karya-Nya yang teristimewa karena kota ini akan menjadi tempat kediamanNya, pusat pemerintahanNya, tempat dari tahtaNya. Inilah kota yang dicari oleh Abraham. Kota yang fondasinya tidak dapat rapuh. Ibr.11:10.
Kota ini dilihat oleh Yohanes di Pulau Patmos, turun dari Sorga. Di sinilah Tuhan akan tinggal bersama umatNya di Bumi Yang Baru setelah pemerintahan seribu tahun damai.

Kota ini, Pintu-Pintu Gerbang, dan juga Temboknya diukur. Tidak ada satu bagian pun dari kota ini yang tidak diukur, dan tidak memenuhi standar ukuran yang telah ditetapkan. Tongkat pengukur yang digunakan terbuat dari emas murni. Tidak ada ukuran yang lebih tinggi dari Tuhan Yesus. Dialah satu-satunya yang akan mengukur umatNya. Why. 21:15.

Temboknya kokoh dan luarbiasa, sangat menakjubkan. Ada dua belas gerbang, setiap gerbang dijaga oleh seorang Malaikat/utusan atau seorang hamba Tuhan. Kata Angello (Yunani) artinya tidak dibatasi hanya malaikat saja tapi bisa mencakup seorang pesuruh dalam posisi dan jabatan apapun di gereja.
Yesus adalah Pintu (Yoh 10:9), orang-orang yang diurapi oleh kuasa Roh Kudus, yakni para pembawa kabar baik, adalah para penjaga pintunya, bukan malaikat. Sangatlah menarik untuk dicatat bahwa di tiap sisi terdapat tiga pintu yang merupakan lambang dari Trinitas. Why. 21:12-13.

Di sini kita bisa melihat bahwa keduapuluh empat tua-tua yang berada di sekeliling tahta Allah (Why.4:4) tidak lain adalah jumlah fondasi, dan penjaga pintu (dua belas Rasul akhir zaman) yang dinyatakan sebagai dua belas bintang kepemimpinan gereja, oleh dua belas bintang yang ada di mahkota pada kepala dari Mempelai Wanita Kristus. (Why. 12:1). Tebal tembok kota tersebut adalah seratus empat puluh empat hasta = 65 meter. (Why). 21:17. 1 hasta = 0.45 m. 144 adalah angka terakhir Tuhan didalam penciptaan. (Why 21:17, 7:1-6, 14:1-3,1) .

Setiap pintu terbuat dari satu mutiara besar dan pintu ini tidak pernah tertutup karena bangsa-bangsa dari luar kota akan datang secara rutin membawa kekayaan dan hormat mereka. Semua penghuni bumi yang baru bebas berkunjung ke kota ini yang merupakan pusat/ ibu kota. Dan mereka memiliki akses langsung ke Tahta Allah yang ada di kota ini. Warna tembok Yerusalem Baru adalah kuning ke merah-merahan karena terbuat dari Permata Yaspis (Why.4:3, Yeh.1:27).

Tembok ini memiliki dua belas fondasi /batu dasar. Gereja dibangun di atas dasar pengajaran dan doktrin dari para rasul dari Anak Domba. Dengan kata lain, dua belas orang pertama yang dipilih Tuhan. Why. 21:14. Fondasi yang terdiri dari 12 tingkat ini dihiasi dengan berbagai permata. Fondasi pertama berhiaskan warna kuning ke merah-merahan, atau hijau (Yaspis). Diatasnya berhias warna biru langit bercampur kuning emas (Nilam/Saphir), lapis ketiga hijau bercampur tembaga (Mirah), keempat hijau tua (Zamrud), kelima putih bergaris-garis merah dan coklat (Unam/Onyx), keenam merah darah (Sardis), ketujuh berwarna emas kekuning-kuningan (Ratna Cempaka), delapan berwarna antara biru laut dan hijau laut (Beril), sembilan warna hijau (Krisolit), sepuluh, warna hijau cemerang dengan bintik emas (Krisopras), sebelas ungu kebiru-biruan (Lazuardi), 12 ungu kebiru-biruan tetapi lebih indah dari Lazurdi (Kecubung).

            Yaspis, Sardis, dan Zamrud adalah jenis permata yang menggambarkan keadaan Allah Bapa yang dilihat Yohanes Why. 4:3.

 

 

batuan dari kiri kanan : lazuardi, nilam, mirah, zamrud, sardis, unam, beril, ratna cempaka..

Jalan-jalan di kota ini terbuat dari Emas murni bening seperti kaca. Dikota ini sangat terang sehinga tidak memerlukan matahari dan bulan, disini tidak ada malam. Komentar lain menjelaskan bahwa waktu masih terjadi diluar Yerusalem Baru. Di bumi yang baru siang dan malam masih berlaku seperti yang Tuhan tentukan semula.

Yerusalem Baru berbentuk bujur sangkar. Ukuran setiap sisinya 12.000 stadia = 1500 miles (2.400 km). Rev.21:15-16. 1 stadia = 0.125 mile= 0.2 km. Panjang, Lebar, dan Tingginya sama. Luas dari kota itu (area of the base) adalah 12.000×12.000 = 144.000.000 stadia persegi (square). Sampai disini nampaknya terkandung pengertian simbolik selain pengertian literal luas dari sebuah kota. Bentuk bujursangkar dari kota ini mengingatkan kita pada bentuk Ruang Maha Kudus dalam Bait Allah. 1 Raja-raja 6:20.

Kota Itu diukur. Tidak akan ada kesalahan dan kekeliruan yang dapat ditemukan di kota itu. Secara absolut tidak satupun bagian dari kota itu yang keluar dari jalur, salah ukuran, atau meleset dari ketentuan. Kota itu termasuk tembok dan pintu-pintu gerbangnya akan diukur dengan menggunakan tongkat emas. Rev. 21:15. Dalam ayat ini kata Yunani yang dipakai adalah ‘kalamos’, diterjemahkan dengan ‘sebuah pena’. Hal ini menunjukkan bahwa tongkat pengukur yang digunakan adalah Firman Allah.

Kemudian kota itu memiliki tinggi dan lebar dan panjang yang sama. Temboknya sedemikian juga memiliki tanda yang berhubungan dengan 144 (seratus empat puluh empat). Materai kelompok 144.000 adalah tanda dari kota itu yang tidak dapat dihapuskan.

Gal 4:22-25. Bukankah ada tertulis, bahwa Abraham mempunyai dua anak, seorang dari perempuan yang menjadi hambanya dan seorang dari perempuan yang merdeka? Tetapi anak dari perempuan yang menjadi hambanya itu diperanakkan menurut daging dan anak dari perempuan yang merdeka itu oleh karena janji. Ini adalah suatu kiasan. Sebab kedua perempuan itu adalah dua ketentuan Allah: yang satu berasal dari gunung Sinai dan melahirkan anak-anak perhambaan, itulah Hagar– Hagar ialah gunung Sinai di tanah Arab–dan ia sama dengan Yerusalem yang sekarang, karena ia hidup dalam perhambaan dengan anak-anaknya.

Atau bisa diringkas sebagai berikut :

a.   Ini adalah sebuah kota, Kudus, Yerusalem (Why. 21:10, 16, 18)
Kota ini disebut kudus (ay. 10), kota ini adalah  komunitas orang-orang yang memiliki persekutuan dengan Tuhan. Kota ini berbentuk kubus (ay. 16) yang melambangkan kegenapan dan kesempurnaan yang ultimate. Persekutuan yang kudus ini akan sempurna dalam setiap seginya. Kota ini dibayangi oleh Ruang Maha Kudus dalam Tabernakel atau Kemah Suci dan dalam Bait Salomo, di mana imam besar masuk ke dalam persekutuan dengan Tuhan. Di dalam kota kudus, seorang percaya adalah imam dan juga raja, mereka semua menikmati persekutuan itu. Dan kota ini terbuat dari emas murni, bagaikan kaca yang jernih (bdk. Why. 4:6; 15:2). Ini melambangkan karakter persekutuan yang murni, kudus, indah, dan bercahaya antara Allah dan umat-Nya.

b.   Kota kudus itu adalah pengantin perempuan, mempelai Anak Domba (Why. 21:9)
Simbol ini sepenuhnya diterangkan dalam Wahyu 19:7. Fakta bahwa persekutuan antara Allah dan anak-anak-Nya ini adalah suatu hubungan kasih yang paling intim, dan merupakan hal yang paling indah dan mulia dalam alam semesa ini. Gambaran ini juga dilukiskan dalam Mazmur 45, silahkan dibaca.

c.   Kota kudus ini memiliki kemuliaan TUHAN dan Anak Domba sebagai benda penerangnya (Why. 21:11, 23; 22:5)
Benda penerang atau pembawa terang itu adalah kemuliaan Dia yang duduk di atas takhta (bdk. Why. 4:3). Anak domba menjadi lampu Gereja (bdk. Yoh. 1:5; 8:12). Ia memberikan kepada kita pengetahuan yang sejati dan yang menyelamatkan tentang Allah, sukacita rohani yang tetap, dan keadaan yang benar dan adil serta kondisi kudus yang selaras. KRISTUS, terang yang sejati itu, mengusir segala kegelapan, kebodohan, kemalangan, kesalahan, dan polusi moral. Karena itu kota kudus tidak memerlukan terang alami atau buatan, juga matahari atau bulan (bdk. Yes. 60:1, 3, 5, 19-20; Za. 14:7). Tidak ada lagi malam.

d.   Tidak ada lagi Bait Suci dalam kota ini, karena TUHAN, Yang Maha Kuasa, dan Anak Domba adalah Bait Sucinya (Why. 21:22)
Tidak perlu ada Bait suci, karena Allah ber-Tabernakel secara langsung dengan umat-Nya. Mereka selalu berada dalam hadirat-Nya yang mengasihi dan tinggal tetap (bdk. Why. 7:15; 21:3; Za. 2:5). Nubuat Yeremia 3:16 (bdk. Yer. 31:33 dst), yang mencapai penggenapannya dalam era Perjanjian Baru yang sekarang sedang kita jalani (bdk. Yoh. 4:23 dst.; Ibr. 8:8 dst.), menjadi sepenuhnya direalisasikan dalam alam semesta yang baru.

e.   Memiliki tembok besar dan tinggi (Why. 21:12, 17-18)
Ini berbicara mengenai perlindungan. Gereja tetap aman dan terjamin dalam hal persekutuan yang ia miliki bersama Allah (bdk. Za. 2:5). Dan untuk menegaskan bahwa deskripsi ini bersifat simbolis, dan bukan literal, kita membaca bahwa ukuran tembok ini adalah 144 hasta (ketinggian atau ketebalannya?). Ungkapan “malaikat” sebenarnya bukan terjemahan yang tepat karena tembok itu tidak diukur menurut ukuran malaikat. Kata “malaikat” di dalam Alkitab dapat menunjuk kepada “pembawa pesan”. Dan tembok itu diukur menurut ukuran KRISTUS yang adalah Pemimpin para pembawa pesan. Dia adalah Anak Allah dan sekaligus juga Anak Manusia. KRISTUS-lah yang memungkinkan pembangunan tembok ini, yaitu, keselamatan bagi seluruh umat pilihan-Nya. Ukuran 144 hasta pada dasarnya menekankan jumlah kepenuhan dari mereka-mereka yang diselamatkan (12×12=144). Yohanes 10:28 memberikan sebuah penjelasan yang indah tentang simbol itu:”Seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.”. Simbol itu diterapkan sekarang; apakah yang bisa dibndingkan dengan perasaan aman yang absolut ini?
f.   Tembok itu mempunyai 12 dasar (Why. 21:14, 19, 20)
Di atas dua belas dasar ini, terlihat nama-nama dua belas rasul. Melalui kesaksian yang dibawa oleh kedua belas rasul dan dengan sarana tulisan-tulisan para rasul itu. Orang-orang dibawa ke dalam kondisi penuh berkat persekutuan dengan Allah (Ef. 2:20; 1Kor. 3:9). Dalam hal dasar atau fondasi ini, KRISTUS adalah batu penjurunya.

g.   Kota itu mempunyai 12 pintu gerbang (Why. 21:12-13, 21, 25, 27; 22:14-15; bdk. Yeh. 43:1; 48:31-34; Why. 22:14)
Pintu-pintu gerbang yang terbuka melambangkan berbagai kesempatan untuk masuk ke dalamnya. Pada pintu-pintu gerbang itu tertulis nama-nama dua belas suku Israel, karena kota itu adalah tempat tinggal dari Israel yang sejati, yaitu Gereja yang telah ditebus (bdk. Why. 7:14). Ada tiga pintu gerbang untuk masing-masing sisinya (bdk. Kej. 28:14; Yes. 54:3), dan Gereja dikumpulkan dari antara segala bangsa. Pada pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat, kenajisan dan kekejian tidak bisa lagi masuk di antara umat TUHAN ini.

h.   Kota itu mempunyai jalan raya yang terbuat dari emas murni, yang transparant seperti kaca (Why. 21:21)
Jalan-jalan raya ini menunjukan adanya kesempatan yang berlimpah untuk berkomunikasi dengan takhta itu. Ada jalan masuk yang mudah menuju sungai-sungai kehidupan dan pohon-pohon kehidupan.

i.   Kota itu mempunyai sungai-sungai air kehidupan, jernih bagaikan kristal, yang mengalir dari takhta TUHAN dan Anak Domba (Why. 22:1)
Sungai ini melambangkan hidup yang kekal, keselamatan yang penuh dan cuma-cuma, pemberian dari kasih karunia Allah yang berdaulat. Ketika kita mengatakan bahwa sungai anugrah dan kehidupan itu “keluar dari” takhta Allah dan Anak Domba, maka kita menegaskan fakta bahwa keselamatan kita terjadi oleh kehendak Allah yang berdaulat, dan dikerjakan untuk kita oleh darah penebusan KRISTUS. Sungai itu penuh dengan air, dan airnya jernih seperti kristal. Dosa tidak akan ada lagi untuk mencemarkan persekutuan kita dengan Allah.
j.   Antara sungai dan jalan raya ada sebuah firdaus, sebuah taman yang penuh dengan pohon kehidupan (Why. 22:1-3a)
Umat TUHAN ini penuh dengan sungai kehidupan, juga penuh dengan taman yang berisikan pohon kehidupan yang berbuah setiap bulan, dan daunnya menyembuhkan. Hal demikian ini melambangkan bahwa kita nantinya akan sungguh berkelimpahan, dengan takaran yang betul-betul penuh dari persekutuan dengan Allah yang paling penuh berkat. Taman itu melambangkan persediaan yang berlimpah. Istilah “pohon” kehidupan sebenarnya adalah “kayu” kehidupan. Itu adalah istilah yang dipakai untuk menyatakan salib KRISTUS (Kis. 5:30; 10:39; bdk. Gal. 3:13). Melalui salib, KRISTUS telah mengerjakan hidup yang kekal bagi kita, dan dalam Yerusalem baru, pohon salib itu tidak terkutuk (bdk. Yeh. 47:12; Why. 2:7). Tidak ada lagi laknat. Kehidupan KRISTUS mengalir dengan limpah di dalam umat-Nya.

k.   Dalam kota ini ada takhta TUHAN dan Anak Domba (Why. 22:3-4)
Kedaulatan-Nya dinyatakan di mana-mana, sebagai kedaulatan dalam kasih, bukan murka, karena warganya telah dengan sukacita mentaati kehendak-Nya. Kehendak-Nya telah menjadi keinginan mereka. Umat TUHAN menikmati perkenan-Nya (bdk. Mzm. 17:15; 42:3; Mat. 5:’8) Mereka menyembah Dia (bdk. Why. 7:15). Nama-Nya ada pada dahi mereka, karena Ia secara terbuka mengakui mereka sebagai milik-Nya sendiri, dan mereka dengan sukacita mengakui Dia sebagai Tuhan mereka.

l.   Penduduk kota itu (Why. 21:7, 12, 24, 27; 22:3, 14)
Umat ini adalah umat pemenang, Israel sejati, orang-orang pilihan dari setiap bangsa (bdk. Why. 7:9), termasuk para raja, orang-orang yang namanya tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba (bdk. Why. 3:5), mereka yang menyembah Dia, dan orang banyak yang telah dimateraikan (bdk. Why. 14:1).

BAB IV

YERUSALEM BARU DITINJAU DARI ETIKA KRISTEN

A.        Pengertian Etika Kristen

            Etika Kristen adalah prinsip-prinsip yang disarikan dari iman Kristen yang menjadi dasar tindakan kita. Walaupun Firman Tuhan mungkin tidak menyinggung dan membicarakan seluruh situasi yang mungkin kita hadapi dalam kehidupan kita, prinsip-prinsipnya memberi kita standar yang harus kita ikuti dalam situasi-situasi di mana tidak ada instruksi yang eksplisit. Misalnya, Alkitab tidak berbicara secara eksplisit mengenai penggunaan obat-obat terlarang, namun berdasarkan prinsip-prinsip yang kita pelajari melalui Alkitab kita tahu bahwa itu salah. Etika Kristen itu sendiri adalah apa yang secara moral benar/ salah bagi Umat kristiani sesuai Alkitab

B.        Yerusalem Baru Menurut Etika Kristen

Yerusalem sekarang adalah Kota Tua, sejarah kelahiran anak-anak Abraham dijadikan suatu kiasan oleh Paulus. Dalam kiasan tersebut Paulus membalikkan status kerohanian dari kedua perjanjian, kedua wanita dan kedua anak. Yaitu, kota yang ada sekarang adalah apa yang alamiah dan duniawi, atau kota perjanjian lama. Kota ini di gambarkan sebagai Ismael dan Hagar. Menurut Paulus, kota duniawi yang mereka wakili tersebut adalah contoh dari perbudakan. Hagar adalah seorang budak wanita. Anaknya lahir atas dorongan kehendak daging, alamiah, kedagingan. Perjanjian yang diberikan dari gunung Sinai berbicara soal perbudakan dan dinyatakan sebagai Hagar atau Yerusalem yang sekarang ada dan dalam perbudakan bersama anak anaknya.

 

Yerusalem yang sesungguhnya, mempelai Kristus dan apa yang akan dialaminya di hari-hari terakhir sudah di nubuatkan. Perhatian kita pertama-tama terpusat pada Tunas, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Pertumbuhan dari kerajaanNya, puncak tertinggi dan pengenalan akan produk jadi akan dilaksanakan. Orang ini, yang disebut sebagai Tunas, yang akan membangun bait Tuhan.

Yerusalem Baru adalah Mempelai Kristus yang merupakan sebuah kota diatas Bukit Sion. Kota berbentuk Bujursangkar yang terukur secara tepat seperti Ruang Maha Kudus di Tabernakel Musa dan Bait Allah.
Di sinilah Pohon Kehidupan itu muncul kembali. Kali ini dalam kemegahan dan keindahannya. Why. 22:2.

Jadi Yerusalem Baru adalah Mempelai Kristus yang merupakan sebuah kota diatas Bukit Sion. Kota berbentuk Bujursangkar yang terukur secara tepat seperti Ruang Maha Kudus di Tabernakel Musa dan Bait Allah.
Di sinilah Pohon Kehidupan itu muncul kembali. Kali ini dalam kemegahan dan keindahannya. Why 22:2.
Yesuslah Tunas itu. Ia adalah akar yang menumbuhkan pohon kehidupan yang salah satu bagiannya adalah Tubuh Kristus, Mempelai-Nya yang juga merupakan pengambil bagian dari segala aktivitas di Yerusalem Baru tersebut.

 

 

 

BAB IV

ANALISA YERUSALEM BARU MENURUT ILMU GEOLOGI, ALKITAB, DAN FIRMAN TUHAN

            Menurut yang saya telah saya lihat bahwa Yerusalem baru adalah suatu makna geografi dari Yerusalem sekarang ini, sesuatu yang ada koordinatnya ada pengertian struktur batuannya, yang mana struktur batuan di alkitab menyatakan benar bahwa Yerusalem adalah suatu bentuk daerah, bukan cuma simbolik dari kerohanian, karena batuan lahir dari adanya suatu gejolak di muka bumi baik itu melalui letusan gunung berapi atau yang lainnya. Dalam ilmu Geologi ada istilah yang berupa uniformitarianisme yaitu adalah suatu keadaan dimana proses yag pernah ada akan terulang lagi, atau dalam bahasa Inggrisnya the present is the key to the past, yaitu proses terbentuknya permukaan bumi sekarang ini tidak lepas dari proses-proses yang pernah terjadi dimasa lampau, begitiu juga Yerusalem yang baru ini adalah suatu proses yang terbentuk di masa sekarang ini.

Namun sesuai etika Kristen bahwa Yerusalem adalah simbolik manusia yang akan bertemu Tuhan Yesus yang akan didalam tempat tersebut tidaka akan ada lagi tangis, bencana alam, dan lainnya.

Bila dilihat secara ilmu Geologi tersebut, tidak mungkin bumi diakan datang tidak terluput dari bencana, karena proses uniformitarianisme tersebut. Karena bumi adalah suatu benda yang mobile akan selalu bergerak dan akan selalu mengguncang bumi.

Persamaan yang akan diambil adalah akan ditemukannya batu-batu yang sangat cantik, ini bisa diakibatkan oleh proses masa kini, dan ini jelas-jelas bersama-bersama atau sejalan dengan paham ilmu geologi tersebut.

BAB V

KESIMPULAN

            Kesimpulan yang dapat ambil adalah bahwa Yerusalem yang akan datang secara ilmu Geologi walaupun secara garis besar sangat bertentangan dengan Alkitab, dan Etika Kristen, namun dengan adanya ditulis di-Alkitab bahwa batuan tersebut sangat mempengaruhi struktur keadaan di Yerusalem kelak. Itu membuktikan bahwa ilmu Geologi benar secara pasti. Dan sesuai dengan ilmu Geologi tersebut dengan paham berupa uniformitarianisme, bahwa batuan tersebut yang ditulis di-Alkitab adalah suatu bentuk dari kejadian masa kini. Dan Yerusalem tersebut tidak perlu diperebutkan karena adalah manusia akan mengalami Yerusalem Baru tersebut.

BAB VI

PENUTUP

 

Akhir kata, akhirnya makalah ini sampailah kepada bagian yang terakhir, dan semoga makalah ini dapat bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai sarana untuk memperdalam ilmu ke-Alkitab-an baik untuk pelajar, mahasiswa, atau sebagai bahan pembelajaran lainnya. Atas perhatian terhadap makalah ini, penulis ucapkan terimakasih.

 

DAFTAR PUSTAKA

______________ Alkitab___________________________________________

Brownlee, Malcolm. 2010. Pengambilan Keputusan Etis dan Faktor-Faktor didalamnya. Jakarta : BPK Gunung Mulia

Bowler, Sue. 2001. Bumi  yang Gelisah. Jakarta : Erlangga

Barbara, Taylor. 2005. Batu8an, Mineral, dan Fosil. Jakarta  : Erlangga

Endarto, Danang 2001. Pengantar Geologi Dasar. Surakarta : UNS Press

Sapiee, Benjamin dkk. 2005. Catatan Kuliah Geologi Dasar. Bandung : ITB

http://alkitab.sabda.org/resource.php?topic=308&res=almana

http://www.gpdiworld.us/contentyerusalem-baru

http://forumkristen.com/komunitas/index.php?topic=5491.0

http://id.wikipedia.org/wiki/Yerusalem