Berita Geothermal Indonesia

Jakarta – Pemerintah kembali menawarkan 7 wilayah survei panas bumi yang sampai sekarang belum diminati. Dari awalnya 9 wilayah, yang diminati baru 2 wilayah kerja panas bumi.

Kepala Biro Hukum dan Humas Kementerian ESDM, Sutisna Prawira mengatakan, pemerintah akan mempercepat pemanfaatan panas bumi dapat diberikan wilyah penugasan survei pendahuluan dengan penawaran tersebut sesuai dengan UU No.27/2003.

Sutisna melanjutkan, dari sembilan lokasi yang ditawarkan sebelumnya, hingga kini baru dua lokasi wilayah penugasan yang telah diambil.

“Dua wilayah tersebut yaitu wilayah Ulumbu dan Mataloko yang dberikan kepada PT PLN (persero),” jelas Sutisna dalam siaran pers, Jumat (11/2/2011).

“Sementara tujuh lokasi sampai saat ini masih terbuka untuk ditawarkan kepada badan usaha yang berminat dan memenuhi syarat dalam mengembangkan usaha panas bumi,” kata Sutisna.

Adapun 7 wilayah yang ditawarkan tersebut adalah:

  • Sungai Betung (Kabupaten Kerinci dan Pesisir Selatan, Provinsi Jambi)
  • Sungai Tenang (Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi)
  • Ciseeng (Kabupaten Bogor dan Lebak, Provinsi Jawa Barat)
  • Malawa (Kabupaten Maros, Pangkajene Kepulauan, Bone, dan Barru, Provinsi Sulawesi Selatan)
  • Gunung Dua Saudara (Kabupaten Bitung, Provinsi Sulawesi Utara)
  • Ulumbu (Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur)
  • Gunung Gede Pangrango (Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cianjur, Provinsi Jawa Barat)

Jakarta – Pemerintah baru siap mengembangkan listrik bertenaga panas bumi (geothermal) dengan kapasitas 12 ribu Megawatt (MW) di 2025. Saat ini pemerintah baru mengembangkan 9 wilayah kerja panas bumi (WKP) di Indonesia.

Demikian disampaikan oleh Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM Sugiharto Harsoprayitno seperti dikutip dari situs Kementerian ESDM, Jumat (14/1/2011).

“Lima dari sembilan itu lima sudah diusulkan oleh kami kepada Menteri untuk ditetapkan menjadi WKP karena sudah sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) N0.11/2008 tentang tata cara penetapan wilayah kerja pertambangan panas bumi,” ujar dia

Menurut Sugiharto, kelima WKP yang sudah diajukan tersebut diantaranya adalah (Sumbar) dengan potensi 200 MW, Danau Ranau (Sumsel-Lampung) potensi 210 MW, Mataloko (NTT) potensi 63 MW, Ciremei (Jawa Barat) potensi 150 MW, dan Gunung Endut (Banten) potensi 80 MW.

Sedangkan empat WKP lain yaitu Sembalun (NTB) dengan potensi 120 MW, Way Ratai (Lampung) potensi 194 MW, Simbolon Samosir (Sumut) dengan potensi 225 MW dan Telomoyo (Jateng) potensi 92 MW, lanjut Sugiharto, saat ini masih dalam tahap sedang dilakukan penugasan survei pendahuluan yang meliputi survey geologi, geokimia, serta geofisika.

“Setelah selesai baru bisa ditetapkan menjadi WKP,” kata Sugiharto. Namun, 9 WKP tersebut tahun ini harus seluruhnya bisa ditetapkan mengingat potensi total yang cukup besar yaitu 1.334 MW serta memiliki peranan kontribusi penting dalam upaya pemerintah mencapai target 12.000 MW pada 2025 mendatang.

sumber detik.com dan detik.com