Makalah Filsafat Pancasila

MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA

PANCASILA DITINJAU DARI SEGI FILSAFAT

FILOSOFI, CAKUPAN, DAN FUNGSI PANCASILA

 

 

 

 

Disusun oleh :

Andreas Billy Graham Harianja ( H1F010039 )

 

 

 

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK

JURUSAN TEKNIK

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI

PURBALINGGA

2010

Kata Pengantar

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa karena atas kasih dan rahmat-Nya akhirnya makalah berjudul “Filsafat Pancasila Sebagai Dasar Pandangan Negara” ini dapat dibuat untuk memenuhi salah satu tugas dari matakuliah Pendidikan Pancasila. Terima kasih juga kepada  orangtua penulis yang telah memberikan dukungan spiritual dan materi, begitupun penulis ucapkan terima kasih atas peran serta seorang pendidik Pendidikan Pancasila di Universitas Jenderal Soedirman, Drs. Soewarno M.Hum. Dan terima kasih kepada teman-teman mahasiswa yang telah memberikan bantuan dalam memberikan semangat.

Diharapkan penulisan makalah ini dapat menjadi bahan referensi untuk materi Pendidikan Pancasila kedepannya. Diharapkan juga kritik dan saran untuk penulis agar dapat memberikan yang terbaik kedepannya.

Purbalingga, 12 Maret 2011

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar………………………………………………………………           i

Daftar isi…………………………………………………………………….                        ii

Bab I

Pendahuluan…………………………………………………………….….             1

Bab II Pembahasan

Pancasila sebagai Ideologi…………………………………..……………..              2

Pancasila sebagai Ideologi Ekonomi……………………………….….……              3

Pelaksanaan Sila-sila Pancasila dalam Ekonomi……………………………              5

Pancasila, Etika Ekonomi, dan Dunia Bisnis………………………………..             7

Ekonomi Pancasila Sebagai Ekonomi Moral……………………………….             10

Bab III

Penutup……………………………………………………………………..             12

Daftar Pustaka………………………………………………………………                        14

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.      Latar Belakang

Berawal dari pemikiran founding fathers atau bapak pencetus kemerdekaan yaitu yang sangat kita kenal Ir. Soekarno, Mr. Moh. Yamin, Mr. Soepomo yang terkemudian memberikan pendapatnya mengenai dasar negara ini. Mereka menyatakan pendapatnya hampir sama satu dengan yang lain namun hanya perbedaan panjang kalimatnya saja, namun mereka belum mempunyai judul yang pas untuk menamai pendapat mereka tersebut, dan setelah diputuskan pendapat Soekarno lah yang tepat maka Moh. Yamin memberikan nama yang pas yaitu Pancasila. Yang tercantum dalam alinea ke-IV Pembukaan UUD 1945 yang bertuliskan Satu Ketuhanan Yang Maha Esa; Dua, Kemanusian yang Adil dan Beradab; Tiga, Persatuan Indonesia; Empat, Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat dan Kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan; lima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Pancasila yang banyak mendapatkan perlawanan pada akhirnya akan tetap berdiri sampai saat ini.

Namun pernah seorang yang kita kenal baik yaitu Ir. Soekarno pernah mengganti Pancasila dengan ideologi Nasakom yang adalah akronim dari nasionalisme, agama, dan komunis. Karena pada waktu itu Soekarno ingin memberikan penyatuan segala aspek dari seluruh paham dan pemikiran seluruh bangsa. Godaan untuk mengganti Pancasila memang banyak sampai saat ini, namun yang paling terkenal akibat efek dari Nasakom adalah peristiwa G30S/PKI. Pada saat itu PKI yang berhaluan komunis diperbolehkan Presiden pada saat itu untuk berdiri, namun ternyata paham komunis yang dalam pemikiran kita adalah suatu paham yang bersifat kebersamaan atau komuniti, dimana tidak ada perlakuan yang baik kepada setiap individu untuk mengembangkan dirinya.

Namun pada akhirnya gerakan pemikiran komunis tersebut dapat dilumpuhkan oleh segenap kekuatan paham yang terkandung didalam pancasila, bahkan sampai ada hari Kesaktian Pancasila. Mengapa ada penyebutan Pancasila sebagai hal yang sakti? Karena pancasila adalah suatu pemikiran bangsa Indonesia yang menjadi jatidiri suatu bangsa ini, karena sifat Pancasila yang menyatukan namun tidak menolak suatu pengekangan terhadap suatu individu, dan adanya persatuan namun tetap mengutamakan asas musyawarah agar tidak terjadi kontradiksi antar pendapat yg berlainan.

Begitu juga dikemukakan mengapa Pancasila itu sakti dan selalu dapat bertahan dari guncangan kisruh politik di negara ini saat ini, yaitu pertama ialah karena secara intrinsik dalam Pancasila itu mengandung toleransi, dan siapa yang menentang Pancasila berarti dia menentang toleransi.

Isu ideologi agama pun sudah dapat diatasi berkat sila pertama, karena banyaknya agama di Indonesia maka tak lantas Indonesia dijadikan negara agama karena lebih baik kita megaku masing-masing bila Tuhan diagama kita adalah satu.

1.2.      Perumusan masalah

Penulisan makalah ini dibuat berdasar masalah-masalah yang dihimpun dan dijadikan patokan dalam penulisan makalah ini, adapun masalah pokok didalam makalah ini adalah :

  1. Apakah landasan filosofi Pancasila
  2. Cakupan pemikiran yang terkandung didalam Pancasila
  3. Fungsi utama Pancasila didalam filsafat bernegara dan berbangsa

1.3.      Tujuan

Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah :

  1. Pemenuhan tugas Pendidikan Pancasila
  2. Dapat mengerti akan suatu hal yang berupa landasan paham bernegara dan berbangsa
  3. Dapat mengerti cakupan filosofi Pancasila

 

1.4.      Manfaat

            Adapun manfaat setelah membuat makalah ini adalah :

  1. Mahasiswa dapat mengerti akan paham yang terkandung didalam Pancasila
  2. Mahasiswa dapat mengerti akan contoh cakupan dalam filosofi Pancasila
  3. Mahasiswa dapat mengerti fungsi filosofi Pancasila

 

 

1.5.      Ruang Lingkup

Adapun ruang lingkup yang menjadi pembatas pokok didalam makalah ini berupa Apakah landasan filosofi Pancasila, Fungsi utama Pancasila didalam filsafat bernegara dan berbangsa, Cakupan pemikiran yang terkandung didalam Pancasila.

BAB II

METODE PENULISAN

 

2.1.       Objek Penulisan

Objek penulisan makalah ini adalah mengenai falsafah Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia. Dalam makalah ini dibahas mengenai landasan filosofis Pancasila, fungsi utama filsafat Pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia, dan bagaimana falsafah Pancasila dijadikan sebagai dasar falsafah negara Indonesia.

2.2.      Dasar Pemilihan Objek

Makalah ini membahas mengenai falsafah Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia. Falsafah Pancasila adalah hasil berpikir/pemikiran yang sedalam-dalamnya dari bangsa Indonesia yang dianggap, dipercaya dan diyakini sebagai sesuatu (kenyataan, norma-norma, nilai-nilai) yang paling benar, paling adil, paling bijaksana, paling baik dan paling sesuai bagi bangsa Indonesia. Maka dari itu masyarakat perlu mengetahui bahwa falsafah Pancasila dijadikan sebagai falsafah negara Indonesia yang terdapat dalam beberapa dokumen historis dan di dalam perundang-undangan negara Indonesia.

2.3.      Metode Pengumpulan Data

Dalam pembuatan makalah ini, metode pengumpulan data yang digunakan adalah kaji pustaka terhadap bahan-bahan kepustakaan yang sesuai dengan permasalahan yang diangkat dalam makalah ini yaitu dengan tema wawasan kebangsaan. Sebagai referensi juga diperoleh dari situs web internet yang membahas mengenai falsafah Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia.

2.4.      Metode Analisis

Penyusunan makalah ini berdasarkan metode deskriptif analistis, yaitu mengidentifikasi permasalahan berdasarkan fakta dan data yanag ada, menganalisis permasalahan berdasarkan pustaka dan data pendukung lainnya, serta mencari alternatif pemecahan masalah

BAB III

ANALISIS PERMASALAHAN

3.1.      Apakah Landasan Filosofi Pancasila

Bila dilihat pembagian kata, terdapat dua arti kata pada permasalahan kali ini yaitu filosofi dan Pancasila.

Ditinjau dari artinya filosofi adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar.Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.

Pengetahuan bijaksana memberikan kebenaran, orang, yang mencintai pengetahuan bijaksana, karena itu yang mencarinya adalah oreang yang mencintai kebenaran. Tentang mencintai kebenaran adalah karakteristik dari setiap filosof dari dahulu sampai sekarang. Di dalam mencari kebijaksanaan itu, filosof mempergunakan cara dengan berpikir sedalam-dalamnya (merenung). Hasil filsafat (berpikir sedalam-dalamnya) disebut filsafat atau falsafah. Filsafat sebagai hasil berpikir sedalam-dalamnya diharapkan merupakan suatu yang paling bijaksana atau setidak-tidaknya mendekati kesempurnaan.

Menurut Hegel hakikat filsafatnya ialah suatu sintese pikiran yang lahir dari antitese pikiran.

Perkataan Pancasila mula-mula terdapat dalam perpustakaan Buddha yaitu dalam Kitab Tripitaka dimana dalam ajaran buddha tersebut terdapat suatu ajaran moral untuk mencapai nirwana/surga melalui Pancasila yang isinya 5 J.

Namun Pancasila yang terdapat pada perpustakaan Buddha bukanlah Pancasila milik bangsa Indonesia, namun hanya sebagai bentuk penginsipirasi terbentuknya Pancasila bangsa Indonesia sekarang ini.

Kita lihat Pancasila adalah keadaan berbangsa yang sangat lekat dalam bangsa Indonesia dimana Pancasila dijadikan Ideologi tertinggi bangsa ini. Karena lahirnya suatu ideologi adalah hasil lahirnya dari suatu pemikiran yang kita sebut sebagai filsafat. Jadi bangsa Indonesia mempunyai

Proklamasi 17 Agustus 1945 telah melahirkan Negara RI untuk melengkapai alat2 Perlengkapan Negara PPKI mengadakan sidang pada tanggal 18 Agustus 1945 dan berhasil mengesahkan UUD 45 dimana didalam bagian Pembukaan yang terdiri dari 4 Alinea didalamnya tercantum rumusan Pancasila. Rumusan Pancasila tersebut secara Konstitusional sah dan benar sebagai dasar negara RI yang disahkan oleh PPKI yang mewakili seluruh Rakyat Indonesia.

Wakil bangsa yang telah membuat Pancasila adalah terdiri 3 orang yang mencetuskan idenya pada siding PPKI I tersebut, yang terselanggara selama 3 hari, peserta membuat idenya satu orang satu hari, adapun wakil bangsa Indonesia tersebut adalah :

A.        Pancasila menurut Mr. Moh Yamin adalah yang disampaikan di dalam sidang BPUPKI pada tanggal 29 Mei 1945 isinya sebagai berikut:

1.      Perikebangsaan;

2.      Perikemanusiaan;

3.      Periketuhanan;

4.      Perikerakyatan;

5.      Kesejahteraan Rakyat

B.        Pancasila menurut Ir. Soekarno yang disampaikan pada tangal 1 Juni 1945 di depan sidang BPUPKI, sebagai berikut:

1.      Nasionalisme/Kebangsaan Indonesia;

2.      Internasionalisme/Prikemanusiaan;

3.      Mufakat/Demokrasi;

4.      Kesejahteraan Sosial;

5.      Ketuhanan yang berkebudayaan;

C.        Pancasila menurut Mr Soepomo pada tanggal 31 Mei 1945 antara lain dalam pidatonya menyampaikan usulan lima dasar negara, yaitu sebagai berikut :

1. Paham Negara Kesatuan
2. Perhubungan Negara dengan Agama
3. Sistem Badan Permusyawaratan
4. Sosialisasi Negara
5. Hubungan antar Bangsa

Mr. Soepomo dalam pidatonya selain memberikan rumusan tentang Pancasila, juga memberikan pemikiran tentang paham integralistik Indonesia. Hal ini tertuang di dalam salah satu pidatonya , bahwa jika kita hendak mendirikan Negara Indonesia yang sesuai dengan keistimewaan sifat dan corak masyarakat Indonesia, maka negara kita harus berdasar atas aliran pikiran (staatsidee) negara yang integralistik, negara yang bersatu dengan seluruh rakyatnya, yang mengatasi seluruh golongan-golongannya dalam lapangan apapun.

Pancasila terinspirasi konsep humanisme, rasionalisme, universalisme, sosiodemokrasi, sosialisme Jerman, demokrasi parlementer, dan nasionalisme. Namun pancasila dalam halnya secara harafiah bisa menginsipirisi dibidang spiritual, kultural, universal, nasionalis, demokrasi, dan sosialis.

Kalau dibedakan anatara filsafat yang agamis dan non agamis, maka filsafat Pancasila tergolong filsafat yang agamis. Ini berarti bahwa filsafat Pancasila dalam hal kebijaksanaan dan kebenaran mengenal adanya kebenaran mutlak yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa dan sekaligus mengakui keterbatasan kemampuan manusia, termasuk kemampuan berpikirnya.

Dan kalau dibedakan filsafat dalam arti teoritis dan filsafat dalam arti praktis, filsafast Pancasila digolongkan dalam arti praktis. Ini berarti bahwa filsafat Pancasila di dalam mengadakan pemikiran yang sedalam-dalamnya, tidak hanya bertujuan mencari kebenaran dan kebijaksanaan, tidak sekedar untuk memenuhi hasrat ingin tahu dari manusia yang tidak habis-habisnya, tetapi juga dan terutama hasil pemikiran yang berwujud filsafat Pancasila tersebut dipergunakan sebagai pedoman hidup sehari-hari (pandangan hidup, filsafat hidup, way of the life, Weltanschaung dan sebagiannya); agar hidupnya dapat mencapai kebahagiaan lahir dan batin, baik di dunia maupun di akhirat.

Tinjauan Pancasila adalah tersusun secara harmonis dalam suatu sistem filsafat. Marilah kita peringatkan secara ringkas bahwa ajaran Pancasila itu dapat kita tinjau menurut ahli filsafat ulung, yaitu Friedrich Hegel (1770-1831) bapak dari filsafat Evolusi Kebendaan seperti diajarkan oleh Karl Marx (1818-1883) dan menurut tinjauan Evolusi Kehewanan menurut Darwin Haeckel, serta juga bersangkut paut dengan filsafat kerohanian seperti diajarkan oleh Immanuel Kant (1724-1804).

Menurut Hegel hakikat filsafatnya ialah suatu sintese pikiran yang lahir dari antitese pikiran. Dari pertentangan pikiran lahirlah paduan pendapat yang harmonis. Dan ini adalah tepat. Begitu pula denga ajaran Pancasila suatu sintese negara yang lahir dari antitese.

Semua sila itu adalah susunan dalam suatu perumahan pikiran filsafat yang praktis dan hierarkis.

3.2.      Cakupan Pemikiran yang Terkandung Didalam Pancasila

Seperti yang telah kita ketahui sejak awal, bahwa pancasila adalah suatu hal yang berawal dari pemikiran tokoh-tokoh bangsa ini, nah sekarang pertanyaan yang sesuai dengan kalimat tersebut, pemikiran apakah yang terdapat didalam pancasila tersebut. Padahal setelah ketiga tokoh yang disebutkan sebelumnya bahwa pemikiran dari mereka hampir serupa satu dengan yang lain seperti yang kita ketahui, Pancasila pada awalnya belum terbentuk jelas. Namun setelah siding maka anggota sidang membuat suatu kesimpulan bahwa Pancasila sebaiknya dibuat dengan memakai kajian milik Ir. Soekarno. Dan anggota yang bernama Mr. Nuh. Yamin, yang sebagaimana diketahui pula adalah seorang ahli bahasa, yang dengan bantuannya memperhalus dan memperbaiki kata-kata kajian milik Ir. Soekarno, dan menamakannya Pancasila. Cakupan tersebut tertulis dalam butir-butir Pancasila. Seperti yang telah ditunjukkan oleh Ketetapan MPR  No. XI/MPR/1978, Pancasila itu merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh dari kelima silanya. Dikatakan sebagai kesatuan yang bulat dan utuh, karena masing-masing sila dari Pancasila itu tidak dapat dipahami dan diberi arti secara sendiri-sendiri, terpisah dari keseluruhan sila-sila lainnya. Memahami atau memberi arti setiap sila-sila secara terpisah dari sila-sila lainnya akan mendatangkan pengertian yang keliru tentang Pancasila.

Namun karena kajian Pancasila tersebut banyak kontroversi diawalnya, yang Pancasila hasil Panitia 9 yang merumuskan Pancasila yang kita kenal, dengan memakai kalimat ‘‘Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya;’’ karena cakupan yang terlalu hanya mencakup sebagian kaum Muslim, dan banyak gejolak pun terjadi terutama dari masyarakat timur Indonesia yang sebagaian adalah kaum Kristiani. Sehingga untuk meredam amarah ini, maka disusunlah cakupan yang jelas yang berupa penggantian kalimat yang kontroversi tersebut.

Maka dari itu disusunlah suatu permasalahan bagaiamanakah cara mengerti cakupan filsafat Pancasila agar tidak terjadi kesalahan-kesalahan yang dapat merusak kebersamaan bangsa. Maka disusunlah suatu Pancasila yang sekarang ini yang tertuang di alinea IV UUD 1945. Yang sekarang ini bertuliskan :

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Dan Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
  5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Bangsa Indonesia

Adapun butir-butir yang terkandung didalam Pancasila adalah :

1. Ketuhanan Yang Maha Esa
(1) Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
(2) Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
(3) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
(4) Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
(5) Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang
menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
(6) Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
(7) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
(1) Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
(2) Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
(3) Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
(4) Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
(5) Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
(6) Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
(7) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
(8) Berani membela kebenaran dan keadilan.
(9) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
(10) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

3. Persatuan Indonesia
(1) Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
(2) Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
(3) Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
(4) Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
(5) Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
(6) Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
(7) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

(1) Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
(2) Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
(3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
(4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
(5) Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
(6) Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
(7) Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
(8) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
(9) Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
(10) Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
(1) Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
(2) Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
(3) Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
(4) Menghormati hak orang lain.
(5) Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
(6) Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
(7) Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
(8) Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
(9) Suka bekerja keras.
(10) Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
(11) Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

3.3.      Fungsi Utama Pancasila Didalam Filsafat Bernegara dan Berbangsa

1.      Sosio Nasional : Nasionalisme dan Internasionalisme;

2.      Sosio Demokrasi : Demokrasi dengan kesejahteraan rakyat;

3.      Ketuhanan YME

Setelah rangkuman Pancasila tersebut maka akan didapatlah suatu hal yang menarik sebagai fungsi Pancasila dalam filsafat bernegara, yaitu :

a.         Dasar negara kita, Republik Indonesia, yang merupakan sumber dari segala sumber hukum

yang berlaku di negara kita.

b.        Pandangan hidup bangsa Indonesia yang dapat mempersatukan kita serta memberi petunjuk dalam masyarakat kita yang beraneka ragam sifatnya.

c.         Jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia, karena Pancasila memberikan corak yang khas kepada bangsa Indonesia dan tak dapat dipisahkan dari bangsa Indonesia, serta merupakan ciri khas yang dapat membedakan bangsa Indonesia dari bangsa yang lain. Terdapat kemungkinan bahwa tiap-tiap sila secara terlepas dari yang lain bersifat universal, yang juga dimiliki oleh bangsa-bangsa lain di dunia ini, akan tetapi kelima sila yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan itulah yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

d.        Tujuan yang akan dicapai oleh bangsa Indonesia, yakni suatu masyarakat adil dan makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila di dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman, tenteram, tertib dan dinamis serta dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka, bersahabat, tertib dan damai.

e.         Perjanjian luhur rakyat Indonesia yang disetujui oleh wakil-wakil rakyat Indonesia menjelang dan sesudah Proklamasi Kemerdekaan yang kita junjung tinggi, bukan sekedar karena ia ditemukan kembali dari kandungan kepribadian dan cita-cita bangsa Indonesia yang terpendam sejak berabad-abad yang lalu, melainkan karena Pancasila itu telah mampu membuktikan kebenarannya setelah diuji oleh sejarah perjuangan bangsa.

BAB IV

PENUTUP

4.1.      Kesimpulan

Sehubungan dengan Pancasila dipandang dari sisi filosofi maka dapat disimpulkan bahwa Pancasila adalah sesuatu hal yang sangat esensial bangsa Indonesia karena mencakup banyak hal yang sangat menuangkan pikiran otak bangsa Indonesia. Seperti manusia ingin beragama, dan bukan hanya tujuan mencari hal duniawi tapi juga untuk mencari hal akhirat. Begitu juga dengan hal dengan sesama yang dapat dikatakan pemikiran manusia yang adalah makhluk sosialis tanpa mengasimpingkan sisi religius. Begitu juga dengan manusia yang harus menghormati hak dan pendapat orang lain dengan baik. Hubungan  Dan semua itu terkandung didalam isi Pancasila tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Notonagoro. 1980. Beberapa Hal Mengenai Falsafah Pancasila, Cet. 9. Jakarta: Pantjoran Tujuh.

Salam, H. Burhanuddin, 1998. Filsafat Pancasilaisme. Jakarta: Rineka Cipta

Sumber lain :

http://lasonearth.wordpress.com/

http://bandunglover.wordpress.com/indonesia/butir-butir-pancasila/

 

http://www.goodgovernance-bappenas.go.id/artikel_148.htm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s